6 Prosedur Keselamatan Kerja yang Penting di Pertambangan

Tambang adalah salah satu sektor industri yang memiliki risiko kerja yang tinggi, seperti ledakan, kecelakaan, penyakit, dan pencemaran. Oleh karena itu, setiap pekerja tambang harus menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap kegiatan operasionalnya. Keselamatan adalah bagian dari K3 sebagai upaya untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan bahaya yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan kerja. Berikut adalah 6 hal yang harus diperhatikan dalam K3 di tambang:

1. Perizinan.

Sebelum melakukan penambangan, kontraktor pertambangan di Indonesia harus memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan surat kuasa usaha pertambangan (SKUP) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah atau kementerian ESDM. Izin ini menjamin bahwa kegiatan penambangan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku.

2. Peralatan.

Pekerja tambang harus menggunakan peralatan kerja yang aman dan sesuai dengan standar keselamatan. Peralatan kerja meliputi alat gali, bor, angkut, olah, dan lain-lain. Pekerja tambang juga harus menggunakan peralatan pelindung diri (APD), seperti helm, masker, sarung tangan, sepatu, dan rompi. Peralatan ini bertujuan untuk melindungi pekerja dari bahaya fisik, kimia, biologis, dan mekanis.

Baca juga: Pertambangan Industry 4.0

3. Pelatihan.

Pekerja tambang harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan mengenai K3 yang relevan dengan pekerjaannya. Pelatihan ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan dengan aman dan efisien. Pelatihan ini juga harus mencakup prosedur evakuasi dan penanganan keadaan darurat.

4. Pengawasan.

Pekerja tambang harus melakukan pengawasan dan pengendalian risiko di tempat kerja. Pengawasan ini meliputi pemantauan dan pemeriksaan kondisi lingkungan kerja, peralatan kerja, dan kesehatan dan keselamatan kerja pekerja. Pengawasan ini juga harus dilakukan oleh pihak berwenang, seperti inspektur K3, auditor, dan konsultan.

5. Pelaporan.

Pekerja tambang harus melaporkan setiap insiden, kecelakaan, atau penyakit yang terjadi akibat pekerjaannya. Pelaporan ini harus dilakukan secara cepat, tepat, dan lengkap kepada atasan, pihak berwenang, dan pihak terkait. Pelaporan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, dampak, dan tindakan perbaikan yang harus dilakukan.

6. Penyelidikan.

Pekerja tambang harus melakukan penyelidikan atas setiap insiden, kecelakaan, atau penyakit yang terjadi akibat pekerjaannya. Penyelidikan ini harus dilakukan secara objektif, sistematis, dan komprehensif. Penyelidikan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya insiden, kecelakaan, atau penyakit yang sama atau serupa.

Demikian artikel singkat tentang 6 keselamatan kerja di tambang yang perlu dilakukan. Semoga ulasan dapat membuat pembaca lebih waspada pada keselamatan saat bekerja. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *